Tampilkan postingan dengan label Bina Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bina Aswaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

Sesama Wahabi Saling Hujat

Judul: Sesama Wahabi Saling Hujat
Oleh: Nur Hidayat Muhammad
Tebal: 140 halaman
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 26.000,-

Dialog Akidah Versus Wahabi-Salafi

Judul: Dialog Akidah Versus Wahabi-Salafi
Oleh: Abdul Wahab Ahmad
Tebal: 264 halaman
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 42.000,-

Rabu, 28 November 2012

Ulama Sunni Dihujat


Judul: Ulama Sunni Dihujat; Sisi Gelap dari Kedangkalan Kaum Wahabi
Oleh: Muhammad Syafiq Alydrus
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 25.000,-
Dewasa ini umat Islam di Indonesia menghadapi tantangan yang cukup banyak. Tantangan itu tidak hanya datang dari barat dan musuh-musuh Islam. Akan tetapi banyak pula tantangan yang datang dari umat islam itu sendiri, terutama berkaitan dengan merebaknya berbagai aliran yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni... Tantangan tersebut menjelma dalam banyak aliran yang berkembang dan merebak pada masa-masa belakangan ini, diantaranya yang cukup meresahkan adalah aliran wahabi.
Menghadapi sekian banyak tantangan yang terus merebak dan meresahkan itu, tentunya umat Islam harus dipelihara, dilindungi dan diayomi agar tetap berada dalam jalan lurus yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat dan salafus shalih. Tantangan ideologi dan ajaran, merupakan tantangan yang cukup serius, karena kesalahan akidah yang lebih berat dari pada kesalahan dalam hal amaliah. (Habib Zain Baharun, Pengasuh PP Darullughah Wadda'wah).
Diantara tokoh karismatik yang menjadi sasaran tembak kaum wahabi untuk dirusak reputasinya dengan alasan terjerumus dalam berbagai lumpur bid'ah dan syirik, adalah Sayyid Muhammad al-Maliki dan al-Habib Umar bin Hafizh bin Syaikh Abu BAkar bin Salim, yang memiliki banyak pengikut dan murid yang tersebar diberbagai penjuru Indonesia. Oleh karena reputasi keduanya sangat harum dan pengaruhnya cukup besar di Indonesia, kaum wahabi berusaha merusak citra keduanya dengan menyebarkan buku yang isinya menghujat pribadi keduanya secara ideologis, bahwa beliau terjerumus dalam lumpur bid'ah dan kesyirikan. Akan tetapi Allah selalu membela para kekasih-Nya dan orang-orang yang beriman, sebagaimana dijanjikan-Nya dalam al-Qur'an al-Karim. (Ustadz Muhammad Idrus Ramli, Dewan Pakar ASWAJA Centre PWNU Jawa Timur).
Sebuah buku kecil namun cukup untuk memberi gambaran pelaku kejahatan pemecah belah umat dalam tubuh kaum muslimin, mereka menggunakan kedok Islam dengan slogan-slogan amar makruf dan nahi mungkar akan tetapi kenyataannya merekalah biang kejahatan itu sendii... Sungguh benar komentar Sayyidina Ali tentang slogan keislaman mereka , "kalimatu haqqin urida biha al bathilu", kalimat kebenaran namun tujuannya busuk. (Buya Yahya, Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah Cirebon)

Jurus Ampuh Membungkam HTI

Judul: Jurus Ampuh Membungkam HTI
Oleh: Muhammad Idrus Ramli
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 20.000,-
Pada bulan Mei 2011, kami menerbitkan buku Hizbut Tahrir dalam Sorotan, sebagai upaya memberikan penjelasan kepada umat Islam pada umumnya, terutama warga Nahdliyyin tentang hakikat Hizbut Tahrir. Setelah buku tersebut beredar di tengah-tengah masyarakat, banyak permintaan untuk diadakan seminar bedah buku dengan materi bahasan buku Hizbut Tahrir dalam Sorotan. Hal ini menjadi bukti bahwa umat Islam ingin mengetahui lebih jelas tentang hakikat Hizbut Tahrir yang akhir-akhir ini merebak di banyak kalangan pemuda di Indonesia.
Sekitar bulan Juli 2012, penulis diwawancarai oleh Majalah al-Kisah di Jakarta, sebuah majalah yang dewasa ini sangat konsisten menyebarkan faham Ahlussunnah Wal-Jama'ah di Tanah Air. Tema wawancara berkaitan dengan buku kami, Hizbut Tahrir dalam Sorotan. Setelah wawancara tersebut dimuat, Hafidz Abdurrahman, selaku Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPP HTI, mengirimkan bantahan terhadap beberapa tema dalam buku kami Hizbut Tahrir dalam Sorotan, dan sebagian point yang terdapat dalam isi wawancara. Akhirnya, untuk yang kedua kalinya, Majalah al-Kisah mengirimkan wawancara lagi kepada kami, untuk menanggapi jawaban terhadap Hafidz Abdurrahman, yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir, dan dimuat di Majalah al-Kisah pada edisi akhir Agustus 2012.
Setelah wawancara tersebut disampaikan ke Majalah al-Kisah, sebagian teman yang senang menuntut ilmu, meminta kepada kami untuk menulis jawaban wawancara tersebut lebih ilmiah lagi dan dikemas dalam bentuk buku. Akhirnya penulis meluangkan waktu untuk menulis buku ini, agar kaum Muslimin mengetahui lebih jelas tentang hakikat Hizbut Tahrir, dan barangkali ada di antara teman-teman aktivis Hizbut Tahrir yang membaca tulisan-tulisan kami lebih teliti, sehingga menyadari bahwa konsep pemikiran dan ideologi yang diusung oleh guru mereka, Syaikh Taqiyuddin al-Nabhani, menyimpang dari manhaj al-firqah al-Najiyah (golongan yang selamat), Ahlussunnah Wal-Jama'ah.
Sejak buku kami beredar luas di tengah-tengah masyarakat, sebenarnya ada beberapa bantahan dari kalangan HTI terhadap buku tersebut, akan tetapi penulis merasa tidak perlu memberikan tanggapan, karena bantahan mereka, selain hanya menanggapi sebagian point dalam buku kami, dan hal ini menjadi bukti bahwa mereka mengakui kesalahan ideologi dan pemikiran HTI secara implisit, juga tanggapan-tanggapan mereka banyak yang tidak mengkaji persoalan yang substansial dalam buku kami. Sebagian tanggapan ada yang menyerang pribadi penulis, dan hal itu tidak ada kaitannya dengan ideologi dan pemikiran yang diperdebatkan antara kami dengan HTI. Oleh karena itu kami merasa tidak perlu untuk menanggapinya. Mudah-mudahan teman-teman di DPP HTI, khususnya yang bernama Hafidz Abdurrahman, tidak mengulangi lagi cara polemik yang bersifat fitnah dan tidak ilmiah, Amin.

Rabu, 28 September 2011

Meluruskan Kesalahan Buku Putih Kyai NU


Judul: Meluruskan Kesalahan Buku Putih Kyai NU
Oleh: Tim FBMPP Kediri
Penerbit: Bina ASWAJA
Harga: Rp. 43.000,-

Beredarnya "Buku Putih Kyai NU" karya Bapak Kyai Afrokhi Abdul Ghoni telah meresahkan warga Nahdliyin khususnya wilayah Pare dan sekitarnya yang isinya mengarah pada tuduhan syirik, kufur dan bid'ah terhadap amaliah warga NU,

Hizbut Tahrir dalam Sorotan


Judul: Hizbut Tahrir dalam Sorotan
Oleh: Muhammad Idrus Ramli
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 23.000,-

Buku ini mengungkap tentang hadits-hadits yang diselewengkan maknanya oleh Hizbut Tahrir berkaitan dengan khilafah, ajaran-ajaran dasar dan fatwa-fatwa hukum Hizbut Tahrir yang menyimpang dari ajaran al-Qur’an, Sunnah dan pendapat mayoritas ulama.

Kiai NU atau Wahabi yang Sesat Tanpa Sadar?


Judul: Kiai NU atau Wahabi yang Sesat Tanpa Sadar? (Jawaban terhadap buku - buku Mahrus Ali
Oleh: Muhammad Idrus Ramli & Muhammad Syafiq Alydrus
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 30.000,-

"Saya menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Ananda, murid kami, Muhammad Syafiq bin Ahmad Alydrus barakallahu fih, yang menulis buku bantahan terhadap kesalahan kaum Wahabi, bersama temannya, Ustadz Muhammad Idrus Ramli. Mudah-mudahan buku ini menjadi awal yang baik dan berkah bagi penulis, untuk terus nasyrul-'ilm dan menulis buku dalam upaya membela ajaran Islam Ahlusunah Waljamaah yang diajarkan oleh Salafuna al-Sadah al-Asyraf al-'Alwiyyin seperti Sayyidina al-Imam al-Faqih al-Muqaddam, al-Imam Abdurrahman al-Saqqaf, al-Habib Abdullah Alydrus al-Akbar, Syaikh Abu Bakar bin Salim, al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Muhdhar, al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad serta para pengikut setia mereka".
(Habib Zain Baharun, Pengasuh PP Darullughah Wadda'wah)

Sabtu, 09 April 2011

Buku Pintar Berdebat dengan Wahhabi


Judul: Buku Pintar Berdebat Dengan Wahhabi
Oleh: Muhammad Idrus Ramli
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp. 25.000,-

Sejak terbit buku berjudul “MEMBONGKAR KEBOHONGAN “BUKU MANTAN KIAI NU MENGGUGAT SHALAWAT & DZIKIR SYIRIK” dan buku “MADZHAB AL-ASY’ARI BENARKAH AHLUSSUNNAH WAL-JAMA’AH?”, sang penulis buku seringkali diminta mengisi pelatihan, internalisasi ASWAJA di kalangan warga Nahdliyyin dan bedah kedua buku tersebut.

Tidak jarang, dalam acara-acara tersebut dilakukan debat terbuka dengan mendatangkan tokoh-tokoh Salafi. Dari sekian banyak perdebatan itu, akhirnya penulis tertarik untuk membukukannya dalam buku ini.

Di buku ini, penulis juga memasukkan kisah-kisah perdebatan para ulama dulu dengan kaum Wahhabi, dengan harapan buku ini menjadi panduan berdialog dengan aliran Wahhabi yang dewasa ini menamakan dirinya aliran Salafi.